Rabu, 10 Juli 2013

Kumpulan Skor-skor Telak Yang Gila Dalam Sepak Bola


Dunia kembali dibuat geleng-geleng saat mendengar terciptanya skor-skor fantastis pada dua laga sepakbola di Nigeria. Tapi ternyata masih banyak skor-skor "aneh" yang tercipta di lapangan hijau di berbagai belahan dunia.

Awal pekan kemarin, sepakbola Nigeria dilanda skandal. Federasi Sepakbola Nigeria (NFF) sedang menyelidiki dua kemenangan spektakuler yang diraih Plateau United Feeders dan Police Machine FC di playoff Liga Amatir Nigeria. Total ada 146 gol tercipta di dua pertandingan.

Plateau dan Machine sedang bersaing promosi ke Divisi 3 Nationwide League, liga profesional terendah di sepakbola Nigeria. Kedua klub tersebut memiliki poin sama, dan hanya perbedaan selisih gol yang bisa menentukan pemenang promosi.

Plateau sukses mengalahkan Akurba FC 79-0 pada pertandingan yang berlangsung Senin, 8 Juli 2013. Seperti dilansir Herald Sun, Plateau mencetak 72 gol di babak kedua. Dengan demikian, Plateau mencetak lebih dari satu gol dalam satu menit, atau satu gol setiap 40 detik di babak kedua.

Pada pertandingan lainnya, Machine hanya mampu meraih kemenangan 67-0 atas Babayaro FC. Machine mencetak 61 gol di babak kedua. Plateau akhirnya meraih promosi setelah menorehkan 81 gol dari tiga pertandingan, sedangkan Machine hanya mampu mencetak 69 gol.

Sayang, usah fantastis Plateau terancam tidak bisa promosi. Sebab, NFF mencium adanya skandal pengaturan skor di dua kemenangan besar tersebut.

Wakil Presiden NFF, Muke Umeh, mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi terhadap keempat klub yang terlibat.

"Hasil ini tidak bisa diterima. Ini skandal besar. Keempat tim itu sudah diskorsing hingga waktu yang ditentukan. Kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh," ujar Umeh.

Direktur Kompetisi NFF, Mohammed Sanusi, menegaskan, siapa pun yang terlibat di skandal tersebut akan dihukum berat. "Tim yang bermain, pemain dan ofisial, perangkat pertandingan, koordinator, atau siapa pun yang memiliki peran di skandal itu, akan mendapat sanksi berat," tegas Sanusi.

149 Gol di Satu Pertandingan

Jika total 146 gol di dua pertandingan sudah membuat anda tercengang, bayangkan jika sebuah pertandingan berkesudahan dengan skor 149-0! Pertandingan itu terjadi di Liga Madagaskar pada tahun 2002 lalu.

Pertandingan tersebut mempertemukan AS Adema melawan musuh bebuyatannya SO I'Emyrne (SOE). Laga tersebut merupakan salah satu laga babak round-robin playoff antara empat klub dalam penentuan gelar juara.

Sebenarnya skor aneh itu dipicu sejak laga sebelumnya saat SOE ditahan imbang 2-2 oleh DSA pada laga penentuan mereka, yang diwarnai penalti kontroversial di ujung laga. Hasil imbang itu membuat Adema dipastikan merebut gelar juara.

SOE pun melakukan protes pada laga selanjutnya. Para pemain dan pelatih sepakat dan menjebol gawang mereka sendiri sebanyak 149 kali. Seperti yang dilansir Wikipedia, suporter yang hadir mengungkapkan bola langsung diarahkan ke gawang sendiri sejak kick-off.

Tim lawan hanya bisa terbengong-bengong menatap tak percaya. Kabarnya, para suporter pun langsung mendatangi loket tiket dan meminta uang mereka dikembalikan. Skor 149-0 ini pun tercatat sebagai skor paling besar dalam sebuah pertandingan sepakbola, dan tecatat di Guiness Book of Records.

Usai laga tersebut, Federasi Sepakbola Madagaskar menghukum pelatih SOE, Zaka Be, selama tiga tahun tak boleh berkecimpung di sepakbola. Sedangkan empat pemain lain, Mamisoa Razafindrakoto, Nicolas Rakotoarimanana, kiper Dominique Rakotonandrasana, dan kapten SOE yang juga kapten timnas Madagaskar, Manitranirina Andrianiaina, kena sanksi selama dua tahun.

Insiden itu ternyata menimpa sial pada tim lawan juga. Seluruh pemain termasuk pada lawan mendapatkan peringatan serius, dan akan dikenai sanksi lebih berat jika kembali terulang. Sang wasit sendiri tak kena sanksi apa-apa.

Rekor Sebelumnya Bertahan Satu Abad lebih

Jika skor 149-0 itu terlalu berlebihan, rekor sebelumnya maka tampak "biasa-biasa" saja dibanding hasil di Madagaskar tersebut. Sebelumnya, skor tertinggi dalam sepakbola tercatat pada 1885.

Tepatnya pada laga yang digelar 12 September 1885 di markas Arbroath. Saat itu, tuan rumah berhasil menang 36 gol tanpa balas atas Bon Accord. Pertemuan keduanya terjadi pada babak pertama Piala Skotlandia.

Menurut Scottish Athletic Journal, Arbroath sudah unggul 15 gol di paruh pertama. Lalu mencatatkan 41 gol sebenarnya tercipta pada laga tersebut. Namun, lima gol dianulir wasit. Pemain 18 tahu, John Petrie, mencetak 13 gol.

Sayang, torehan manis itu tidak berujung manis untuk Arbroath. Mereka akhirnya menduduki juru kunci klasemen Liga Skotlandia pada akhir musim dan terdegradasi.

Laga berikutnya yang mencatatkan skor fantastis yaitu saat Australia mencukur American Samoa 31-0 pada 11 April 2001. Laga tersebut tersaji pada kualifikasi Piala Dunia 2002. Archie Thompson sukses mengikuti jejak Petrie dengan mencetak 13 gol. Diikuti David Zdrilic yang mencetak 8 gol.

Kiprah Australia selama kualifikasi zona Oseania tersebut memang mulus tanpa hambatan sama sekali. Skor-skor menakjubkan berhasil dibuat tim asuhan Franck Farina kala itu.

Membabat Tonga 22 gol tanpa balas, Menghajar American Samoa, lalu menghancurkan Samoa dengan skor 11-0. Socceroos akhirnya melaju ke babak playoff dengan selisih gol +66, mereka bahkan tidak kebobolan sama sekali pada enam laga tersebut.


Barcelona Juga Pernah Jadi Korban Skor "Sadis"


Persaingan di benua biru jelas tidak semudah zona Oseania maupun liga-liga di Afrika. Tapi bukan tidak mungkin skor-skor di atas dua digit tercipta.

Dalam sejarah Liga Inggris, sampai saat ini hasil laga Newcastle kontra Newport County (Second Division, 5 Oktober 1946) dan Stockport County lawan Halifax Town (Third Division North, 6 Januari 1934) masih tercatat sebagai laga dengan hasil terbesar.

Kala itu, Newcastle dan Stockport berhasil menang mutlak dengan 13 gol tanpa balas. Tidak hanya Inggris, klub Spanyol pun sempat merasakan hal serupa. Bahkan, korbannya tidak main-main yaitu raksasa Primera Division, Barcelona.

Pertandingan pekan 10 musim 1930/1931. Bilbao mendapat giliran untuk menjamu Barcelona San Mames pun menjadi neraka untuk El Barca.

Agustin Sauto Arana atau lebih sering disebut Bata, mencetak gol pembuka Bilbao di menit 2. Gol ini seolah menjadi dentingan lonceng pertama yang memekakkan telinga pasukan Barcelona. Bata kembali membobol gawang kiper Barcelona saat itu, Ramon Llorens di menit 8.

Barcelona mencoba bangkit. Severiano Goiburu berhasil memperkecil kekalahan di menit 10. Namun, Bilbao bisa menambah empat gol untuk menutup paruh pertama dengan skor 6-1.

Di babak kedua, Bilbao bisa melesakkan 6 gol tambahan.
Bata pun menjadi pahlawan klub karena mampu membukukan tujuh gol dalam pertandingan ini. 4 golnya di babak pertama ditambah 3 gol di 45 menit kedua. Alhasil, skor akhir 12-1 menjadi milik Athletic Bilbao.

Pada klasemen akhir musim tersebut, Athletic Bilbao berhasil menjadi kampiun dengan 22 poin. Mereka cuma unggul satu angka dari Barcelona yang duduk di peringkat empat. Namun, skor 12-1 tersebut, hingga saat ini, menjadi kekalahan terbesar yang pernah didapatkan Barcelona di semua kompetisi.

Sumber
Viva News