Kamis, 22 Agustus 2013

Puluhan Orang Muslim Ini Lindungi Gereja Di Mesir

Sebuah foto yang memperlihatkan para pria muslim berdiri di depan sebuah gereja Katolik di Mesir, yang bertujuan untuk melindungi jemaat gereja saat menghadiri misa, menjadi terkenal baru-baru ini.

Tindakan itu mereka lakukan setelah adanya sejumlah laporan yang menunjukkan peningkatan serangan terhadap orang-orang Kristen oleh kelompok muslim militan di negara yang terletak di kawasan Afrika Utara itu, seperti dilansir surat kabar the Christian Post, Selasa (20/8).


Foto itu, yang telah beredar di Internet, memperlihatkan lebih dari 20 pria muslim mengenakan pakaian tradisional Islam berjejer sambil berpegangan tangan di depan sebuah katedral yang besar. Tindakan itu dilakukan dengan maksud untuk melindungi gereja dari aksi perusakan dan serangan saat umat Kristen menghadiri misa di dalam gereja itu.

Foto itu mendapat perhatian besar di berbagai media setelah diunggah di Twitter oleh Pater James Martin, seorang pendeta dari ordo Yesuit yang juga penulis dan editor di sebuah majalah Katolik. Martin, yang punya 30 ribu pengikut, mengomentari foto itu dan kemudian kembali dikomentari oleh para pengikutnya lebih dari 600 kali dan menjadi favorit hampir 300 kali.

"Foto ini menunjukkan harapan kembalinya kasih sayang dan martabat," tulis salah satu pengguna Twitter mengomentari foto itu. Sementara yang lain berkomentar, 'Dunia kita membutuhkan lebih banyak yang seperti ini'.

Namun, banyak pengguna Twitter skeptis terhadap situasi di Mesir, meski ada foto seperti itu. Mereka beralasan pendukung Ikhwanul Muslimin dilaporkan telah menyerang puluhan gereja lainnya dalam beberapa pekan terakhir.

"Tindakan damai yang dilakukan beberapa pihak tidak serta merta menghilangkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak lainnya," kicau salah satu pengguna Twitter.

Ketegangan antara kelompok Kristen dan pendukung Ikhwanul Muslimin telah meningkat dan berkembang menjadi kekerasan menyusul pelengseran mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi pada 3 Juli lalu. Beberapa kelompok militan Islam menyalahkan kelompok Kristen, yang menjadi minoritas, sebab mendukung penggulingan Mursi dan menyerukan kepada pendukung Mursi untuk melakukan aksi balas dendam serta menyerang warga Nasrani.

Pengambinghitaman itu telah membuat munculnya serangan terhadap gereja-gereja serta wilayah dan jemaat Kristen. Meskipun pemerintahan sementara Mesir telah dibentuk sebagai pengganti pemerintahan Mursi, namun pasukan keamanan telah gagal menjaga perdamaian di Negeri Sungai Nil itu.

Menurut beberapa sumber dari organisasi yang bekerja di wilayah itu, sejak Rabu pekan lalu, hampir 60 gereja di seluruh Mesir menjadi sasaran kaum radikal. Selain itu, sekolah, rumah, tempat usaha, bahkan panti asuhan warga Kristen juga menjadi sasaran.

Tempat usaha milik warga Kristen di Kota Minya bahkan dilaporkan sampai ditandai dengan lambang 'X', sebelum insiden sebuah serangan terhadap tempat usaha milik warga Kristen.

Sumber
Merdeka